Medan,-
Gelombang perlawanan mahasiswa kembali mengguncang Sumatera Utara, Koalisi Aksi Mahasiswa dan Pemuda Sumatera Utara (KAMPUS) turun ke jalan, mendatangi Kantor Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejati-Sumut )dengan satu tuntutan tegas yaitu "Usut tuntas dugaan korupsi dana kesehatan di Puskesmas Gunung Tua, Kab.Paluta. Selasa, 05 Mei 2026.
Suara lantang dan menggelegar melalui pengeras suara (Toa), massa aksi menegaskan bahwa anggaran Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) dan Dana Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) tahun 2025 diduga kuat diselewengkan.
Koordinator aksi sebut adanya dugaan praktik pada anggaran uang negara, kami kira ini bukan hanya sekadar pelanggaran administratif, tetapi juga pengkhianatan terhadap hak dasar masyarakat atas layanan kesehatan.
“Kami tidak datang untuk basa-basi, Kami datang membawa bukti, membawa keresahan rakyat, dan menuntut keadilan", Pungkas Orator di depan gerbang Kejati-Sumut.
Mahasiswa menilai, jika dugaan ini benar, maka ini adalah bentuk kejahatan kemanusiaan, karena dana yang seharusnya menyelamatkan nyawa justru diduga dijadikan ladang bancakan.
Lebih jauh, mereka juga mendesak agar Kepala Puskesmas Gunung Tua segera diperiksa dan dievaluasi total oleh pemerintah daerah kabupaten Padang Lawas Utara.
Tidak hanya itu, mahasiswa juga memberi ultimatum keras kepada aparat penegak hukum jangan tumpul ke atas, tajam ke bawah. Jika Kejati-Sumut tidak segera bertindak, maka gelombang aksi yang lebih besar dipastikan akan kembali turun ke jalan.
“Jangan paksa kami percaya bahwa hukum hanya milik mereka yang punya kuasa. Jika keadilan terus dibungkam, maka jalanan akan terus bersuara!”.
Aksi ini menjadi sinyal keras bahwa publik, khususnya mahasiswa, tidak akan tinggal diam melihat dugaan korupsi yang merampas hak rakyat. Sumut sedang tidak baik-baik saja dan mahasiswa memilih untuk melawan.(tim)
.jpeg)